Langsung ke konten utama

Konten Berita Terkini | Berawal dari Instastory, Kisah Cinta Guru Murid Beda Usia 12 Tahun Viral

Poker  |  BandarPoker  |  AduQ  |  BandarQ  |  CapsaSusun  |  Domino99  |  Sakong  |  Bandar66 JURAGANQQ.ORG   - Kulim Tuhan punya cara-Nya sendiri untuk mempertemukan seseorang dengan jodohnya. Salah satunya adalah pasangan asal Malaysia ini yang dipertemukan dengan cara unik sebelum akhirnya mereka mengikat janji suci. Kisah cinta mereka pun jadi viral di Twitter. Bagi Intan Syazwani Mohd Hairizan yang berusia 20 tahun, kisah cintanya terjadi ketika ia bertemu dengan Muhammad Shamsul Bahari, guru Fisika yang pernah mengajar dirinya. Semuanya berawal ketika Intan membalas Instastories Shamsul dan berkata, "guru, tampan". Pasangan ini pertama kali bertemu ketika Shamsul mengajar Intan untuk mata pelajaran Fisika di pusat bimbingan belajar privat di Kulim, Kedah. Namun, mereka pun hanya semakin dekat empat tahun kemudian ketika Intan berumur 20 tahun, dan Shamsul berumur 32 tahun, setelah Intan meng...

Sistem Untuk Pengaduan Masyarakat DKI Sekarang Ini Membuat Ribet Dan Bertele Tele Tanpa Ada Solusi


Poker BandarPoker AduQ BandarQ CapsaSusun Domino99 Sakong Bandar66
JuraganQQ.Org-  Sistem pengaduan warga di lingkungan Pemprov DKI kini menerapkan posko di tiap kelurahan. Warga disarankan tidak langsung datang ke Balai Kota untuk mengadu langsung pada Gubernur Anies Baswedan.

Bersama ratusan orang tua lain, Yosi sampai membuat grup WhatsApp yang berisi orang tua yang salah menafsirkan pengumuman PPDB DKI 2018. Yosi menyebut banyak anak gagal masuk sekolah negeri karena pengumuman yang sulit dimengerti serta sosialisasi yang minim.

"Saya ngadu ke sekolah dulu SMA 21, dari sana disuruh ke panitia PPDB langsung di Posko, di sana disuruh nunggu sampai sore. Sudah nunggu dibilang disuruh balik lagi besok paginya," kata Yosi di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/7).

"Besoknya disuruh menunggu atasan, akhirnya diminta panitia ke bagian pengaduan umum, terus dilempar lagi ke pengaduan SMA, di sana nulis lagi di surat pengaduan tapi akhirnya ibu panitia bilang tidak bisa. Akhirnya saya ke humas juga, mereka bilang kita ke bagian IT yang input, terus balik lagi dan bilang enggak bisa jawab apa-apa tapi kita tampung saja," tambahnya.
http://juraganqq.org/app/Default0.aspx?lang=id
Dengan nada suara meninggi, Yosi menceritakan sudah mengadu ke lima tempat dan mengisi 5 surat pengaduan, namun tidak ada solusi. "Saya sudah 5 kali nulis di kertas pengaduan, apa lagi," katanya.
Hampir putus asa, Yosi dan beberapa orang tua lain nekat mendatangi Balai Kota Jakarta hari ini. Yosi ingin mengadu langsung pada Anies. Dia meminta sistem pra pendaftaran PODB dibuka satu hari saja.

"Kita warga DKI juga kan, dan ada pengaduan. Harapannya bisa ke Pak Gubernur langsung dong. Ada aturan PPDB memang baik, tapi kita sebagai warga ya didengarkan kalau bisa warganya ini," katanya.
http://juraganqq.org/app/Default0.aspx?lang=id
Namun, Yosi tidak diterima langsung oleh Gubernur DKI melainkan oleh staf pengaduan. Staf pengaduan tidak memberikan solusi dan melemparkan ke staf lain dan meminta Yosi mendatarkan anaknya ke sekolah swasta saja.

"Informasi ini menyesatkan, karena kami dilempar-lempar dan tidak diluruskan. Mungkin Pak gubernur tahu kita warganya mungkin kasian ya pak kalau lihat kita," tandasnya.
http://juraganqq.org/Register.aspx?lang=id


Komentar