Poker | BandarPoker | AduQ | BandarQ | CapsaSusun | Domino99 | Sakong | Bandar66 JURAGANQQ.ORG - Kulim Tuhan punya cara-Nya sendiri untuk mempertemukan seseorang dengan jodohnya. Salah satunya adalah pasangan asal Malaysia ini yang dipertemukan dengan cara unik sebelum akhirnya mereka mengikat janji suci. Kisah cinta mereka pun jadi viral di Twitter. Bagi Intan Syazwani Mohd Hairizan yang berusia 20 tahun, kisah cintanya terjadi ketika ia bertemu dengan Muhammad Shamsul Bahari, guru Fisika yang pernah mengajar dirinya. Semuanya berawal ketika Intan membalas Instastories Shamsul dan berkata, "guru, tampan". Pasangan ini pertama kali bertemu ketika Shamsul mengajar Intan untuk mata pelajaran Fisika di pusat bimbingan belajar privat di Kulim, Kedah. Namun, mereka pun hanya semakin dekat empat tahun kemudian ketika Intan berumur 20 tahun, dan Shamsul berumur 32 tahun, setelah Intan meng...
JuraganQQ.Org- Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar US (USD) terus melemah. Kemarin saja (5/7), nilai tukar Rupiah ditutup pada angka Rp 14.394 per USD. Dan hari ini, Jumat (6/7), nilai tukar Rupiah diprediksi akan jatuh pada level Rp 14.600 per USD.
"Hari ini saja para analis perbankan memprediksi nilai tukar Rupiah akan jatuh pada angka Rp 14.600. Antisipasi kemungkinan terburuk pekan depan, yaitu tembus Rp 15.000, kami mengimbau dengan segera agar presiden bertindak," kata Idrus dalam keterangannya, Jumat (6/7).
Idrus menyebutkan nilai tukar Rupiah melemah bukan hanya semata karena perang dagang antara Amerika Serikat dengan China dan Uni Eropa, namun juga disebabkan faktor internal. Maka dari itu, lanjutnya, presiden diharapkan mengeluarkan kebijakan penyelamatan Rupiah.
Idrus mengatakan, jika nilai tukar Rupiah menembus Rp 15.000, maka perekonomian Indonesia semakin terpuruk. Industri Indonesia, menurutnya, banyak tergantung bahan baku impor.
"Semoga hal ini tidak terjadi, nilai tukar bisa kembali menguat. Industri kita didominasi Foot Loose Industry yang mengandalkan bahan baku impor. Kalau nilai tukar terus melemah, industri kita akan kolaps," kata Idrus.
Idrus pun mengimbau agar masyarakat tidak memborong Dolar dan memiliki kepedulian terhadap kondisi perekonomian Indonesia. "Peran serta masyarakat khususnya kalangan elite diharapkan agar melakukan aksi nyata keprihatinan atas kondisi ekonomi kita. Dan jangan sampai sebaliknya, (yaitu) memborong Dolar," tutup Idrus.


Komentar
Posting Komentar